SEMANGAT PARA REMAJA UNTUK MELESTARIKAN BATIK DI DESA SUMBER PAYUNG

 Diera gempuran moderenisasi dan gaya anak muda yang menjadikan tren luar negeri sebagai cerminan dalam berpenampilan ternyata masih ada remaja yang beranggapan bahwa batik adalah pakaian yang sama sekali bukanlah hal yang memalukan untuk dipakai oleh anak muda, bukan hanya cocok dipakai oleh orang dewasa saja. Tak hanya dengan percaya diri mengenakan pakaian bercorak batik, namun beberapa remaja di desa sumber payung Ketapang-sampang juga melestarikan tata cara membatik.

“Awalnya disekolah MTS kami diajari oleh Bu nyai kami cara membatik, akhirnya kami senang untuk mulai membatik karena ternyata tidak terlalu sulit dan menyenangkan “ begitulah alasan dari salah satu anak yang kami temui sedang melukis kain putih dengan corak bunga bunga diatasnya.

“Kalau sudah selesai dilukis seperti ini, lalu diapakan dek?”

“ langsung dibatik kak, pake malan ngikutin corak yang udah dilukis ini, kalo udah selesai biasanya nanti dibawa ke tukang sarung di pasar buat dicelup, dikasih warna”

Biasanya mereka mendapatkan kain dari tukang sarung di pasar untuk kemudian mereka lukis dan di batik dengan malan, mereka mendapatkan upah dari tukang sarung tadi. Mereka bisa memilih melukis corak sekaligus membatik atau bisa memilih melukis corak batik ataupun membatik kain yang sudah di lukis. Untuk upahnya, biasanya mereka mendapatkan 50 Ribu sampai 100 Ribu tergantung lebar kain dan corak yang mereka buat.

   Anak Remaja di desa ini memang suka memakai sarung batik, hingga sebagian dari mereka sudah akrab dengan motif batik dan beberapa bisa untuk melukis batik.

“ Selain membatik biasanya kalian diajarin keterampilan apa aja nih di sekolah?”

“ apa yaa kak, oh ... menjahit kak, tapi susah banget”

“Iya kak, tanganku pernah ketusuk jarumnya juga, mana mau bikin buletan aja susahnya maasyaaAllah “ Sambung anak yang lain sambil tertawa .

“Jadi ... akhirnya kalian lebih suka nge batik?”

“Hehehe ... iya kak, lebih mudah terus kan dapet uang, lumayan buat ditabung “

“Kami juga bikin bucket loh kak, biasanya ada buket snack, cokelat, kerudung, ada juga yang mukenah”

“Yg ngajarin siapa? Bu nyainya lagi?”

“Ngga kak, belajar dari YouTube hehehe “

“kalo lagi bosen ngebatik biasanya kita bikin buket kak, dijual mulai Rp 25 Ribu sampe paling mahal 75 Ribu, tapi kalo buket biasanya kita jualnya tuh pas Deket deket wisudaan gitu kak, kan rumah kita Deket sekolah jadi yaa pembeli tuh lumayan rame, ada beberapa yang request juga gitu kak.”

“oh ... Kakak liat kalian pakai sarung batik nih, kalian gak gengsi? Biasanya sarung batik kan yang dipakai orang tua?”

“nggak kak, anak anak yang lain suka makek batik juga kok disini, jadi kami biasa aja, lagipula kan motifnya yang gak tua tua banget gitu kak”

“Iya ... bagus, batik itu kan khas Indonesia, jadi kalian jangan malu pakek batuk ya”

“Siap kak”

“terimakasih untuk waktunya, sudah mau kakak tanya tanya”

“hehehe sama sama kak”

NAMA : SITI MAMLUATUS SALIMAH

NIM : 23041184355


Komentar