DESA SUMENGKO MENJADI TEMPAT PENGRAJIN SHUTTLECOCK PERTAMA DI KABUPATEN NGANJUK
Olahraga bulu
tangkis merupakan salah satu olahraga yang popular di indonesia. Desa Sumengko
kecamatan sukomoro kabupaten nganjuk jawa timur merupakan salah satu daerah
pelopor pembuatan produk kerajinan shuttlecock. Industri ini muncul di desa
sumengko sejak tahun 1970. Industri kerajinan shuttlecock di desa sumengko ini
menjadikan ekonomi daerah ini berkembang sehingga dapat membuka lapangan
pekerjaan baru bagi masyarakat serta mengurangi angka kemiskinan di masyarakat,
berkurangnya pengangguran, dan adanya pemberdayaan di masyarakat setempat.
Hampir semua mayoritas warga desa sumengko bekerja di bidang pembuatan
shuttlecock.
Bahan baku dari
pembuatan shuttlecock adalah bulu angsa. Menurut narasumber warga desa sumengko
“Pembuatan shuttlecock ini membutuhkan waktu yang cukup lama karena peralatan
yang kurang canggih maka dari itu ada beberapa proses rumit yang di kerjakan
secara manual,Sebelum shuttlecock dikirim untuk pertandingan bulu tangkis
tingkat nasional maupun internasional harus bisa memenuhi beberapa
persyaratan seperti perijinan merk dan lain
sebagainnya”.
Di desa sumengko
terdapat 2 tipe shuttlecock yaitu ada yang membuat shuttlecock kategori kasaran
dan ada yang kategori bagus. Jika ingin membuat shuttlecock yang kasaran
biasanya tidak memakai bulu angsa yang bagus. Shuttlecocok kasaran ini biasanya
untuk dipakai latihan,sedangkan shuttlecock yang jenis bagus akan di kirim
untuk pertandingan pertandingan nasional maupun internasional. Harganyapun
cukup berbeda jauh shattlecock yang kasaran mempunyai nilai jual Rp 10.000 –
15.000 per 1 tabung (12 buah) sedangkan shattlecock yang bagus mempunyai nilai
jual Rp 70.000 lebih per 1 tabung (12 buah).
Tahap pembuatan
shuttlecock kategori bagus menurut warga desa sumengko adalah pemilihan bulu angsa
yang bagus, dilanjut Pencucian bulu dan pengeringan bulu, Pemotongan bulu
menggunakan alat mesin plong, Menyiapkan Kepala gabus shuttlecock serta di
lubangi menggunakan alat bur, Tancep atau bisa disebut pemasangan bulu di gabung,
Penjahitan, jadi batang cock di jahit dengan benang melingkar,Stell
shuttlecock, bertujuan untuk merapikan shuttlecock, Pengeleman agar saat
dipukul bulu tidak lepas, Finishing.
Harapan warga
desa sumengko untuk usaha kerajinan shuttlecock “ Semoga saja usaha ini akan
terus semakin berkembang karena bisa meningkatkan ekonomi di daerah sumengko
dan membuka lapangan pekerjaan pekerjaan untuk masyarakat setempat dan
sekitarnya juga”.
Nama :
Aprilia Putri Mahardika
NIM
:23041184368
Kelas
:2023H
Hard News

Komentar
Posting Komentar