MENINGKATNYA ANGKA KEMISKINAN DI INDONESIA


Fenomena sosial adalah semua perilaku atau perbuatan yang dipengaruhi atau mempengaruhi seseorang/kelompok tertentu terhadap seseorang atau kelompok lain. Beragam contoh fenomena sosial dapat kita amati dalaam kehidupan sehari-hari . Sedangkan sosiial merupakan sesuatu yang berhubungan dengan Masyarakat. Sehingga fenomena sosial adalah kejadian nyata yang dapat dilihat secara langsung yang berkaitan dengan Masyarakat. Fenomena sosial dapat di artikan sebagaai suatu peristiwa yang dapat diamati dan sering terjadi didalam kehidupan Masyarakat.

Penyebab Fenomena Sosial

           Munculnya fenomena sosial di Masyarakat berawal dari adanya perubahan sosial. Dimana perubahan sosial ini tidak dapat dihindari/ditinggalkan, tetapi dapat di antisipasi. Faktor penyebab fenomena sosial diantaranya:

• Faktor Kultural: nilai nilai yang tumbuh dan berkembang di lingkungan Masyarakat atau komunitas.

• Faktor Stuktural: situasi atau keadaan yyang mempengaruhi stuktur atau sesuatu yang disusun dengan pola tertentu. Faktor tersebut dapat dilihat dari pola hubunguan antarindiviidu dan kelompok dalam kehisupan Masyarakat.

Dan saya akan menjelaskan salah satu contoh dari fenomena sosial yang ada di Indonesia , salah satunya adalah ketimpangan ekonomi. Indonesia mengalami ketimpangan ekonomi yang signnifikan antara kelommpok kaya dan miskin, kelompok desa dan kota. Meskipun terdapat kemajuaan daalam mengatasi pengurangan kemiskinan, kesenjangan masih menjadi masalah utama di berbagai sektor .

              Tiga hari yang lalu saya bertemu dengan seorang ibu tua sendiri bersepeda ontel dan membawa satu roti kering, berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari narasumber, ibu tersebut sudah berkeluarga sang suami bekerja di salah satu bangunan (kuli) tetapi tidak pasti, dan ibu tersebut dikaruniai tiga anak yang masih duduk dibangku sd.

              Saya sedang duduk sendiri sambil main hp didepan bangunan ruko yang tutup, tidak lama kemudian ada ibu tersebbut menghampiri saya .

IBU : “ permisi mas boleh minta uangnya 10.000 mas untuk beli makan “ (dengan suara lirih)

SAYA : “ kalo boleh tahu rumah ibu dimana ? “

IBU : “ dibelakang royal plaza mas “

SAYA : “ lumayan jauh juga ya bu , ibu sudah berkeluarga ?”

IBU : “ sudah mas , suami saya bekerja sebagai kuli bangunan yang gajinya tidak pasti dan saya sudah

               memiliki tiga anak yang masihh sekolah “ (dengan suara lirih dan tersenyum)

SAYA : “ ohh , ini beneran ya bu uangnya di pakai buat beli nasi, saya Cuma bisa mengasih segitu ya bu

              tidak banyak tapi semoga bermanfaat untuk ibu dan keluarga “

IBU : “ iyaa mas beneran di pakai beli nasi , terimakasih banyak ya mas “ (sambil tersenyum)

SAYA : “ iya bu sama sama “ (saya juga ikut tersenyum)

               Tidak lama kemudiian kita mengakhiri pembicaraan tersebut dan ibu itu langsung beranjak pergi meninggalkan tempat tersebut .

Dari wawancara tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa “ suatu kebaikan bisa kita lakukan dimana saja dan kapan saja dengan siapa saja , dan jangan lupa untuk bersyukur dan kurangi insecure “

Sekian dan terimakasih…

NAMA : MUHAMMAD IRFANDI

NIM : 23041184379 (H)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

DESA SUMENGKO MENJADI TEMPAT PENGRAJIN SHUTTLECOCK PERTAMA DI KABUPATEN NGANJUK

Ketika Media Sosial Menjadi Jalan Pembandingan Tak Sehat bagi Wanita

KIM NAMJOON DAN TUDUHAN ISLAM PHOBIA