Merajut Asa Tak Mengenal Usia

 Pada saat itu saya bersama teman saya lagi menyantap makanan yang telah dihidangkan , dan tidak lama kemudian terlihat dari jauh ada seseorang anak kecil perempuan , anak kecil itu kita sebut Tia (samaran). Tia yang berusia 7 tahun dan sedang duduk dibangku SD , Tia tersebut terlihat membawa satu ember/wadah yang berisi beberapa bungkus telur puyuh .

Saya : “ hai dek , satu bungkus telur puyuh ini berapa ?”

Tia : “ satu bungkus isi 5 bjii harganya 5.000 mas “

Saya : “ kamu asli mana dek ?”

Tia : “ aku asli Madurah dann Jakarta mas

Saya : “ oh iya, terus kamu tidur dimana dek ? “ (sempet bingung)

Tia : “ aku tidur dirumah tante aku mas , tapi jarang tidur juga “

Saya : “ kenapa jarang tidur ? emangnya mulai jualan dari jam berapa sampe jam berapa ?”

Tia : “ mulai jam 4 sore sampe jam 2 pagi kadang juga sampe jam 3 pagi “

Saya : “ seriusan dek ? terus sekolah kamu gimana ?

Tia : “ ya tetep sekolah mas kadang juga sering telat “

Saya : “ orangtua kamu dimana dek ?”

Tia : “ kedua orangtua ku sudah meninggal mas “

Saya : “ kamu tidak bercandakan dek ? maaf ya sebelumnya kamu berapa bersaudara ?”

Tia : “ aku serius mas , aku 3 bersaudara , aku punya mas dan punya kakak “

Saya : “ masyaAllah terus mas kakak kamu dimana dek “

Tia : “ sama juga lagi jualan , masku dibagian utara dan kakak ku dibagian selatan “

Saya : “ ohh , terus kalo hari raya kamu pulang kampung ?”

Tia : “ iya mas pulang ke Madurah diantar tante aku

Saya : “ yauda aku beli 2 bungkus ya , ini uangnya tidak usah kembalian “

Tia : “ aku gada kembalianya mas dan ini kebanyakan “

Saya : “ gapapa , salam ya untuk mas dan kakak kamu “

Tia : “ iya mas terimakasih banyak ya mas “

Saya : “ iya sama sama “

Pada sore hari saya berjalan menuju lokasi yang dimana menjadi tujuan saya , dan saya bertemu dengan ibu tua yang berusia 45 tahun sedang berdiri sendirian dibawah pohon, kita sebut nama beliau adalah ibu RATNA. “ permisi bu , ibu ngapain berdiri sendirian ?” . dan ibu itu senyum manis lalu memberi saya satu amplop putih yang beruliskan Sedekah Seikhlasnya , amplop itu saya terima dan saya isi dengan seikhlas saya lalu saya berikan kepada ibu ratna tersebut “ ini ya bu maaf tidak bisa ngasih yang banyak , insyaAllah cukup dan bermanfaat untuk ibu “ . ibu itu Kembali tersenyum dan berkata “ terimakasih ya mas “ . dan saya menjawab “ iya bu sama sama , kalo boleh tau ibu tinggal dimana ? “ . ibu itu mengusap wajahnya yang penuh dengan keringat dan sedang menhela hafas dan berkata “ saya tinggal di kontrakan mas sama anak saya “ . terlihat ibu itu sedan gada masalah yang dipendam dengan sendirinya “ ibu ada masalah apa bu dan kalo boleh tahu amplop putih itu buat apa ?” . ibu ratna terlihat semakin sedih dan tidak sanggup unntuk menjawab pertanyaan tersebut . “ ya sudah bu jika ibu ratna keberatan dengan pertanyaan saya “. Tidak lama kemudian ibu ratna menjawab pertanyaan tersebut dngan suara yang sangat lirih “ saya adalah ibu yang mencari nafkah buat keluarga saya mas , anak saya 2 yaang sangat butuh biaya untuk sekolahnya dan suami saya telah meninggal 5 bulan yang lalu semenjak suami saya meninggal kehidupan di keluarga saya berubah drastic mas . sekrang saya yang harus mencari uang dan menafkahi anak saya “ ibu ratna itu cerita dengan hati yang tulus sampai saya pun bisa merasakan apa yang ibu ratna rasakan ..

Tidak lama kemudian ibu ratna tersebut beranjak pergi dan meningalkan saya sendirian . dari kejauhan saya melihat ibu ratna itu terus berjalan pelan menuju tujuan nya .

Dari sini kita bisa belajar arti dan makna kehidupan seorang manusia terutama seorang ibu yang sedang berusaha untuk anak anak nyaa , bersyukurlah kalian jika masih memiliki ibu lebih lebih kedua orangtua , setiap manusia memiliki masalah masing-masing yang dimana dengan latar belakang yang berbeda .

Mereka berdua memiliki cakupan usia yang berbeda, tetapi semangat dan perjuangan mereka dalam mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-hari adalah hal yang patut kita contoh.

NAMA : MUHAMMAD IRFANDI

NIM : 23041184379 (H)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

DESA SUMENGKO MENJADI TEMPAT PENGRAJIN SHUTTLECOCK PERTAMA DI KABUPATEN NGANJUK

Ketika Media Sosial Menjadi Jalan Pembandingan Tak Sehat bagi Wanita

KIM NAMJOON DAN TUDUHAN ISLAM PHOBIA