Toko Kelontong Mbak Tatik Menjadi Satu-Satunya Sumber Penghasilan Untuk Menghidupi Putrinya.
Toko kelontong mbak tatik yang terletak di Surabaya Barat tepatnya di Simpang Darmo Permai Selatan, Menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari dan termasuk toko kelontong yang lengkap, mulai dari sembako, alat tulis, perlengkapan mandi, dan bermacam-macam snack.
Toko ini tidak terlalu ramai, karena mungkin letaknya yang kurang strategis dan jarang dilewati banyak orang. Mbak Tatik bersama seorang anak perempuannya hanya tinggal berdua, dan toko kelontong ini yang menjadi satu-satu nya sumber penghasilan mereka untuk melanjutkan hidup “Saya sudah berjualan selama kurang lebih 13 tahun, tetapi di pertengahan tahun 2018 suami saya meninggal dan saya tinggal berdua saja dengan 1 anak saya” ujar Mbak Tatik, Surabaya (15/09/2023)
Karena pandemic covid-19 toko mbak tatik ini hampir tutup permanent, kondisi yang sangat tidak memungkinkan untuk tetap membuka toko kelontong pada saat itu, karena tidak ada satupun pembeli di setiap harinya. “Pada saat itu saya sempat menutup toko kelontong saya untuk sementara waktu sampai keadaan membaik, percuma juga jika tetap dibuka tidak ada satupun pembeli yang datang” keluh mbak tatik.
Pada saat pandemi berakhir, mbak tatik memutuskan untuk membuka kembali toko kelontongnya demi kelanjutan hidupnya bersama anaknya. “Mama memutuskan untuk kembali membuka toko kelontongnya, karena membutuhkan biaya tambahan untuk biaya kuliahku, kebetulan pada saat itu adalah tahun dimana aku harus melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi” ujar lidya, putri mbak tatik.
Karena hal tersebut, mbak tatik tetap melanjutkan usaha toko kelontongnya sampai saat ini. Kehidupannya bersama seorang putrinya tentunya sangat berubah drastic semenjak ditinggal oleh sosok suami nya. “Dulu sebelum ayah meninggal, kehidupanku dan mama tidak seperti ini, karena dulu ayah juga bekerja, jadi perekonomian kami tidak terlalu buruk” ujar Lidya.
Tetapi kehidupan mereka harus tetap berjalan walaupun tidak berjalan normal seperti sebelumnya, walaupun mereka hanya tinggal berdua tetapi semangat mbak Tatik dan Lidya sangat besar untuk tetap melanjutkan kehidupannya sampai saat ini dan seterusnya.
Nama: Anawanda Zulkarnain
NIM: 23041184366
Kelas: H
Komentar
Posting Komentar