Pedagang Rambut Nenek Keliling di Sumenep Mulai Sepi Pembeli

 Latif (61) yang berasal dari Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep, penjual jajanan jadul bernama rambut nenek dengan cara berkeliling. Dengan semangat dan kerja kerasnya, Latif tetap bertahan dengan profesinya sebagai penjual rambut nenek keliling di tengah banyaknya kuliner kekinian.

Latif sudah menjalani profesinya sebagai penjual rambut nenek keliling selama kurang lebih 34 tahun. “Saya menjual jajanan rambut nenek ini semenjak tahun 1989, hingga saat ini. Saya biasanya keliling dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB” ujar Latif, saat ditemui di jalan giliraja kelurahan kebunan Kecamatan Kota Sumenep, Sabtu (07/10/2023).

Biasanya Latif menjajakan jualannya menyusuri perkampungan warga, Latif berkeliling dengan memainkan alat musik sederhana, untuk memanggil pembelinya. Alat musik yang dimainkan selama berkeliling disebut Arbanas. Suara yang dihasilkan sangat khas, orang-orang pasti tidak asing dengan suara tersebut, karena itu adalah suara khas jika ada pedagang rambut nenek yang lewat.

Seiring berkembangnya zaman, saat ini sudah banyak sekali jajanan-jajanan kekinian. Sehingga jajanan jadul seperti rambut nenek sudah sangat jarang ditemui. Apalagi yang menjual dengan cara berkeliling sudah sangat jarang ditemui, profesi ini menjadi profesi yang langka pada saat ini. “Mungkin di sumenep saja hanya saya yang bertahan menjadi pedagang rambut nenek keliling, yang lainnya sudah banyak yang memilih meninggalkan profesi ini” ujar Latif.

Menurut Latif (61), “Saat ini peminat rambut nenek sangat menurun, dagangan saya sepi pembeli, kadang sehari bisa saja hanya 2-3 pembeli. Mungkin itu alasan mengapa pedagang rambut nenek yang lain meilih untuk meninggalkan profesi ini”. Memang saat ini sangat jarang ditemukan pedagang keliling yang menjual rambut nenek, karena ternyata memang banyak sekali pedagang rambut nenek keliling yang memilih berhenti dan mencari profesi lain.

Latif berharap dagangannya bisa kembali ramai pembeli, agar Latif bisa melanjutkan hidupnya, karena profesi inilah satu-satunya sumber penghasilan yang bisa menghidupinya. “Saya berharap dagangan saya laris, mungkin saya akan sesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini, misalnya dengan mengkreasikan rambut nenek dengan makanan yang lain” ujar Latif (61), Sumenep (07/10/2023).

Nama: Anawanda Zulkarnain

NIM: 230411843666

Kelas: H


Komentar

Postingan populer dari blog ini

DESA SUMENGKO MENJADI TEMPAT PENGRAJIN SHUTTLECOCK PERTAMA DI KABUPATEN NGANJUK

Ketika Media Sosial Menjadi Jalan Pembandingan Tak Sehat bagi Wanita

KIM NAMJOON DAN TUDUHAN ISLAM PHOBIA