PEJUANG ITU BERGELAR AYAH
Mungkin benar, pahlawan terbaik bagi keluarga adalah sosok yang disebut AYAH, seberat apapun keadaannya, dan selelah apapun fisiknya, ia tetap akan berjuang demi keluarga yang dikasihinya. Yanto,seorang pria yang tak lagi muda, diusianya yang sudah senja (48 tahun), Yanto yang kerap disapa Pak nto tetap semangat mengayuh becak menahan terik kota Bangkalan, demi mendapat upah yang mungkin tak seberapa.
" Karena saya adalah seorang ayah ...,jadi, lelahpun saya tak apa," begitulah jawaban Yanto saat ditanya mengapa tak berhenti dari pekerjaannya dan menikmati masa senjanya.
Yanto memiliki 2 orang anak yang masih mengenyam bangku SMA, Satu laki laki-laki dan satu perempuan, dua duanya sebentar lagi akan lulus SMA dan akan melanjutkan ke jenjang perkuliahan.
" Demi anak-anak mendapatkan pendidikan yang lebih baik, saya akan menjalani pekerjaan ini, selama saya masih mampu,setidaknya anak saya pendidikannya bisa melebihi saya yang hanya lulusan SMP," mulai dari tahun 80-an lah, Yanto memutuskan untuk menekuni pekerjaannya ini, menurutnya, meskipun pekerjaannya terlihat biasa bahkan cenderung diremehkan, dan penghasilan yang pas-pasan , beliau rela menjalaninya, daripada merampas hak orang lain, katanya.
Di depan toko kitab Pondok Pesantren Syaikhona Kholil Demangan Barat Bangkalan, biasanya Yanto menunggu calon penumpangnya, dari mulai jam 07:00 WIB sampai kadang pulang setelah adzan Maghrib. Kebanyakan penumpangnya dari kalangan Santri dari pondok sekitar Alun-alun kota Bangkalan, yang kadang minta diantar ke swalayan terdekat sampai minta diantar ke puskesmas untuk berobat. Dari pekerjaan inilah, Yanto menghidupi keluarganya, bahkan berhasil menyekolahkan anak-anaknya. penghasilannya mungkin tak seberapa, namun tekadnyalah yang amat luar biasa.
" Gak papa toh hidup seadanya, secukupnya ... tak perlu mewah, toh kalo kata Mbah Kholil mah, manusia di dunia cuman numpang neduh, setalahnya melanjutkan perjalanan menuju tujuan, sing sabar nduk ... semua ada takaran masing-masing, hidup cuman numpang lewat kok mau diisi sedih-sedih ... Eman nduk, eman ... sing penting sholatnya dijaga, buat bekal perjalanan," ujar Yanto sambil tersenyum sebelum kami berpisah di alun-alun kota Bangkalan setelahnya, karena adzan Maghrib mulai terdengar dari masjid Jamik kota Bangkalan.
Benar ... hidup ini hanya tentang menunggu waktu untuk melanjutkan perjalanan.
Bangkalan,8 Oktober 2023
Siti Mamluatus Salimah
23041184355

Komentar
Posting Komentar