BENANG KUSUT STUNTING INDONESIA

 



banyak sekali upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah peningkatan stunting di Indonesia,saat ini prevelensi stunting di Indonesia adalah 21,6%,sementara target yang ingin dicapai adalah 14% pada 2024, namun hal tersebut dirasa sulit karena kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan bahaya stunting.

Seorang wanita bernama Rahma (32) yang sudah memiliki 2 orang anak kembar mengaku, dirinya tidak tau apa saja yang bisa menyebabkan bayi terlahir stunting,yang dia ketahui hanya seorang ibu hamil harus memiliki waktu istirahat yang cukup dan mengonsumsi buah-buahan dan sayur.

“ ketidak tahuan tentang bahaya,sebab dan akibat stunting ini saya rasa disebabkan kurangnya edukasi dan kesadaran bahwa stunting adalah hal yang sangat berbahaya, saya sendiri saja kurang tau bagaimana akibat dari stunting” ujar rahma.

Rahma juga menuturkan, bahwa dirinya memiliki harapan bahwa edukasi tentang bahaya stunting ini bisa dilakukan menyeluruh sampai desa-desa kecil, bukan hanya dilakukan di kota-kota besar saja, agar para calon ibu, tahu bagaimana cara mencegah stunting, dan apabila anak sudah terlanjur lahir stunting pencegahan apa yang bisa dilakukan oleh orang tua.

“ saya kira, stunting itu tidak terlalu bahaya, karena edukasi atau penyuluhan tentang stunting itu saya taunya dilakukan dikota-kota besar, di desa ini tidak pernah, saya pikir penyebab stunting itu hanya gara-gara polusi atau lingkungan yang kurang sehat,kalau di pedesaan seperti ini kan minim polusi” sambung rahma sambil tertawa.

Terlepas dari kurang menyeluruhnya edukasi tentang pencegahan dan bahaya stunting yang masuk ke desa-desa terpencil, terdapat bidan yang memberikan edukasi tentang bahaya stunting dan pencegahannya terhadap pasien-pasiennya.

“saya tahu pencegahan stunting dan bahayanya dari bidan tempat saya memeriksakan kandungan” jawab karimah (27) saat ditanya apakah dia tahu tentang bahaya stunting dan pencegahannya

Dia mengaku, setiap kali memeriksakan kandungannya yang kini berusia tujuh bulan, disamping bidan memeriksa keadadaan perkembangan bayinya, juga menanyakan tentang pola kesehariannya, bidan tersebut juga memberikan edukasi tentang stunting, baik pencegahan dan penanganan apabila bayi terlanjur terlahir dengan kondisi stunting.

“stunting itu berpotensi untuk melambatkan perkembangan otak anak, sehingga dampak panjangnya berupa keterbelakangan mental,rendahnya kemampuan menyerap pelajaran, lambat berkembang atau bahkan bisa mengakibatkan anak terkena penyakit kronis seperti hipertensi,diabetes dan semacamnya.” Karimah menuturkan ulang akibat stunting yang pernah disampaikan oleh bidan yang menangani kehamilannya saat ini.

Seorang mahasiswi jurusan keperawatan, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin bernama shafira (18) berpendapat bahwa faktor utama penyebab seorang bayi terlahir dengan kondisi stunting adalah kurangnya gizi dari ibunya selama masa kehamilan,dan terkadang juga karena kelainan bawaan atau faktor lingkungan yang kurang sehat.

“untuk mengurangi tingginya stunting di Indonesia, saya rasa bisa dimulai dari pemberdayaan sumber manusianya, gizi yang baik untuk ibu hamil itu seperti apa, apa yang boleh dilakukan dan dikonsumsi selama masa kehamilan itu juga harus dijelaskan pada masyarakat secara menyeluruh.” Ujar shafira

Shafira juga mengatakan bahwa, disamping masyarakat harus tahu penyebab terjadinya stunting, masyarakat juga harus tahu langkah awal yang harus diambil ketika bayi terlahir stunting.

“bayi lahir stunting kan karena kurangnya gizi,meskipun pemulihan sepenuhnya mungkin tergantung pada penyebab spesifik stunting,upaya yang intensif untuk meningkatkan gizi dan perawatan medis dapat membantu meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak yang terlahir stunting, tentunya harus konsultasi dengan dokter yang lebih paham dibidang tersebut.” Paparnya.

Siti Mamluatus Salimah

23041184355 (H)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

DESA SUMENGKO MENJADI TEMPAT PENGRAJIN SHUTTLECOCK PERTAMA DI KABUPATEN NGANJUK

Ketika Media Sosial Menjadi Jalan Pembandingan Tak Sehat bagi Wanita

KIM NAMJOON DAN TUDUHAN ISLAM PHOBIA