Pengaruh media digital/non digital terhadap prilaku dan pandangan masyarakat

       Hallo teman teman , pada kesempatan kali ini saya ingin membahas tentang pergeseran khalayak dalam komunikasi , berbicara tentang komunikasi tidak akan lepas dari yang namanya masyarakat , artinya pemahaman tentang khalayak cukup penting dalam komunikasi karena didalam masyarakat pasti terdapat khalayak .

Saat ini hampir semua masyarakat atau orang sudah menggunakan media , baik media digital atau non digital , contoh media digital adalah televisi , radio , smartphone , dan masih banyak lagi. Contoh media nondigital adalah majalah , koran , dan masih banyak lagi , jadi mayoritas orang atau masyarakat yang sudah menggunakan media ini entah digital maupun nondigital mereka disebut khalayak.

“ komunikasi akan berhasil apabila pesan yang di sampaikan oleh komunikator cocok dengan kerangka acuan (frame of reference) , yaitu panduan pengalaman dan pengertian (collection of experiences and meanings) yang pernah di peroleh oleh komunikan , kemudian bidang pengalaman (field of experience) pun menjadi hal yang penting dalam komunikasi. “ Wilbur Schramm .

     Pergeseran khalayak mencerminkan perubahan dalam preferensi, perilaku, atau pandangan masyarakat. Ini bisa terjadi akibat faktor sosial, budaya, teknologi, atau ekonomi yang berkembang. Pemahaman terhadap pergeseran ini penting dalam menyusun strategi komunikasi dan memahami dinamika yang mempengaruhi interaksi antara individu dan masyarakat. Pergeseran khalayak juga mencerminkan perubahan perilaku atau pandangan masyarakat terhadap suatu hal. Contohnya, pergeseran khalayak terhadap teknologi dapat dilihat dari meningkatnya penggunaan smartphone dalam beberapa tahun terakhir, yang telah mengubah cara kita berkomunikasi dan mengakses informasi. Tidak hanya itu sekarang juga banyak sosial media yang bisa digunakan untuk berbelanja online seperti belanja baju, sepatu, barang electronic bahkan makanan dan minuman.

“ contohnya berbelanja online sama berbelanja offline tentu vibes belanja nya berbeda, karena berbelanja online memudahkan kita untuk belanja kita tidak perlu datang ke store atau butiknya langsung, dan kalo kita berbelanja offline kita harus ke store atau butiknya dan memakan waktu, kalo online kan enak kita dirumah aja sudah bisa belanja, tapi untuk saya pribadi lebih sering berbelanja offline karena kita bisa melihat kain dan corak nya secara langsung ” Vivinurianah S.Pd alumni mahasiswa Universitas Wijaya Putra Surabaya .

“ kalo saya ya dompet digital (qris) karena ini simple sekarang tidak perlu membawa doompet kemana-mana tidak perlu bawa uang kemana-mana, perbayaran bisa llangsung lewat handphone scan qr code, itu cara yang jauh lebih praktis daripada pakai uang fisik. Yang kalo misalnya pakai uang secara fisik dan itu tidak ada kembaliannya, dan kalo pakai Qris kan lebih simple tinggal scan qr code masukin nominal uang yang harus dibayarkan “ M. Sirojudin Mahasiswa Universitas Islam Indonesia Yogyakarta .

“ contohnya music dan spotify dua aplikasi ini sama-sama aplikasi untuk memutar lagu tetapi yang membuat beda adalah kalo music itu kita harus mendownloud terlebih dahulu dan kalo aplikasi spotify kita tidak perlu mendownloud lagi, tetapi disisi lain music tidak menggunakan internet dan sebaliiknya kalo spotify setiap lagunya menggunakan internet. Kalo saya lebih ke spotify karena dirumah sudah ada wifi hehe “ Dewi Novitasari S.Keb Alumni Mahasiswa UNUSA Surabaya .

Kesimpulan dari saya pribadi dengan adanya media digital memudahkan kita untuk berkomunikasi dan mengakses semua hal dari yang kecil dan yang besar . tetapi dibalik itu juga terdapat kelebihan dan kekurangannya,, cukup sekian dari saya terimakasih

NAMA : MUHAMMAD IRFANDI

NIM : 23041184379


Komentar

Postingan populer dari blog ini

DESA SUMENGKO MENJADI TEMPAT PENGRAJIN SHUTTLECOCK PERTAMA DI KABUPATEN NGANJUK

Ketika Media Sosial Menjadi Jalan Pembandingan Tak Sehat bagi Wanita

KIM NAMJOON DAN TUDUHAN ISLAM PHOBIA