TRADISI K-POP SEMAKIN MEMBUDAYA di KALANGAN REMAJA

 Adanya ketertarikan dalam music k-pop penggemar mampu membangun emosi yang kuat terhadap interaksi dengan para idolanya dan melihat realitas kehidupan para idola dengan memaknai sikap dan perilaku idola sebagai tolak ukur bagi para penggemar dan seiring berjalannya waktu akan berkembang menjadi konsep diri dalam dunia nyata. Korean wave telah menjadi fenomena besar di Indonesia, antusiasme dan kecintaan terhadap budaya K-pop telah menimbulkan fanatisme bagi para penggemarnya. Beredarnya konten K-pop di media sosial seperti Instagram memberikan ruang bagi para penggemar untuk ikut serta mendukung idolanya dan hal ini menjadi salah satu faktor pembentuk fanatisme penggemar k-pop. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fanatisme penggemar kpop dalam media sosial di Instagram serta bagaimana respon penggemar kpop dalam menyikapi informasi hoax dan negatif dari idola favoritnya. Hasil penelitian menunjukkan fakta bahwa fanatisme penggemar dalam media sosial di Instagram dinilai melalui kegiatan penggemar seperti Meaning Making, Meaning Sharing seperti memaknai postingan K-pop idol sebagai motivasi dalam penelitian, membuat postingan takjub dan bahagia bagi K-pop idol. Poaching dengan mengikuti akun fansite dan membuat fanfiction serta membuat video.

 Pengumpulan seperti mengunggah gambar tentang merchandise resmi kpop yang dibutuhkan dan membangun pengetahuan dengan sesama penggemar. Fanatisme, para penggemar kpop juga melalui respon penggemar, meminta informasi, hoax dan negatif dari idolanya ditanggapi dengan banyak variasi seperti kesal, marah hingga sakit hati. Dan untuk mencari klarifikasi kebenaran berita tersebut yaitu dengan melihat sumber terpercaya seperti akun Instagram resmi K-pop idol, pengelola akun Instagram resmi artis hingga media besar Korea seperti Soompi, Allkpop, dan press realease yang diberikan oleh artis.

Tersebarnya Korean wave melalui berbagai cara juga dipermudah dengan akses internet dan banyaknya media sosial yang memudahkan siapapun dapat mengakses informasi yang tersedia dalam berbagai bahasa. Keterbatasan akan perbedaan bahasa akhirnya juga dapat diatasi dengan makin banyaknya fans ataupun non-fans yang membuka jasa terjemah subtitle Kdrama atau pun Musik K-pop. Dengan begitu, orangorang yang menaruh minat pada budaya pop Korea Selatan akan semakin mudah dan semakin mencintainya. Akhirnya sebutan “Fans Korea” menjadi satu label bagi orang-orang yang menaruh minat pada segala bentuk budaya yang dibawa oleh Korea Selatan. Akun media sosial penggemar K-pop digunakan untuk mengakses berbagai informasi tentang idola mereka. Dikutip Dari survei kumparan, 56 persen fans K-pop menghabiskan waktu 1-5 jam berselancar di media sosial untuk mencari tahu segala informasi tentang idola mereka. Sebanyak 28 persen fans bahkan menghabiskan 6 jam lebih di dunia maya untuk melihat berbagai aktivitas sang idola (Kumparan, 2017).

 Instagram merupakan situs jejaring sosial gratis kreasi dari Burbn, Inc yang memungkinkan penggunanya untuk mengambil foto, menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai situs jejaring sosial termasuk Instagram sendiri. Saat ini Instagram juga memungkinkan penggunanya untuk berbagi video pendek (Putri, 2015 : 75). Saat ini pengguna instagram semakin meningkat karena instagram mempunyai fitur yang sangat menarik dan merupakan situs jaringan sosial yang mempunyai aplikasi beragam, seperti chating, unggah foto dan video melalui snapgram, instastory. Selain itu, Pengguna juga dapat memilih untuk mengirimkan foto –foto kirimannya dengan menggunakan tanda pagar (#) atau hastag untuk menampilkan lebih spesifik unggahan foto - foto ketika dicari dalam pencarian aplikasi instagram (Bernadeta, 2017:95).

Melalui Instagram, penggemar K-pop melakukan sebuah aktivitas yang disebut dengan fanssgirling yakni sebutan yang digunakan untuk mendeskripsikan kegembiraan berlebih atau bahkan ekstrim terhadap kelompok idola tertentu. Fansgirling berasal dari kata fanssgirl dan Fans lelaki disebut dengan sebutan fansboy. Fansgirl dan fansboy sering dibedakan karena praktik tertentu yang mereka lakukan di dalam fandom (Jenkins, 2007). Penggunaan instagram untuk kegiatan fansgirling / fansboying menurut penggemar K-pop dikarenakan yang pertama kali dilihat adalah gambar dari idola. Penggemar lebih tertarik melihat gambar terlebih dahulu yang disuguhkan dari postingan Instagram Idola. Tak jarang juga jika penggemar K-pop menghabiskan waktunya di depan gawai selama berjam -jam untuk bermain media sosial dan berdiskusi dengan fandom mereka yang mengarah pada perilaku idol yang selalu menjadi kebanggan mereka.

NAMA : ANA WULAN SARI

NIM : 23041184357

KELAS : H


Komentar

Postingan populer dari blog ini

DESA SUMENGKO MENJADI TEMPAT PENGRAJIN SHUTTLECOCK PERTAMA DI KABUPATEN NGANJUK

Ketika Media Sosial Menjadi Jalan Pembandingan Tak Sehat bagi Wanita

KIM NAMJOON DAN TUDUHAN ISLAM PHOBIA