Transmigrasi ke era platform digital

 Seiring dengan berkembangnya media sosial, yg tak hanya digunakan sebagai sarana komunikasi, namun juga digunakan sebagai sarana promosi, kini beberapa masyarakat beralih ke media sosial sebagai sarana mencari dan menggali berita -berita terbaru yang awalnya menggali berita melalui media koran, TV, dan radio.

“Karena memang saya sendiri lebih sering bermain media sosial akhir-akhir ini, daripada membaca koran atau menonton berita kriminal dan semacamnya di TV, akhirnya saya merasa lebih suka mencari berita melalui media sosial, seperti X dan Instagram, kalau di X ,apalagi di Tiktok kan, berita terbaru tuh ya muncul aja sendiri gitu, kadang gak perlu dicari, kalau koran atau TV kan kita kayak harus mantengin gitu, harus diteliti satu persatu bahkan kalau koran,lama-lama, ya suka bosan aja.” Jawab Zulfa (25) saat ditanya, apa alasannya lebih suka mencari berita melalui media sosial daripada melalui koran, TV, ataupun radio.

Namun faktanya tidak semua orang bisa mengakses media sosial dengan mudah, karena rata-rata pengguna media sosial adalah anak muda, sedangkan untuk beberapa orang dewasa,mereka tetap lebih tertarik membaca berita melalui koran, atau dengan menonton televisi.

“Di media sosial, apalagi Tiktok ya, kan kebenaran beritanya belum tentu kan, kadang ada aja berita hoax, udah kadung percaya, eh ternyata malah hoax, akhirnya aku lebih suka baca koran sih, sambil jaga toko biasanya, tapi kalo bosen aku biasanya ya buka media sosial, tapi kalo ada berita tuh biasanya ya kubaca, tapi lebih ngerasa srek kalo baca berita di koran atau berita berita di TV, soalnya lebih terpercaya aja gitu sumber beritanya.” Devsha (35) seorang pemilik toko kosmetik di kota Bangkalan, mengutarakan ketertarikannya terhadap koran dalam mengakses berita.

“Menurut kakak sendiri nih, apakah koran itu penting?, mengingat bagaimana orang-orang sekarang lebih suka mengakses berita lewat media sosial, dengan alasan lebih mudah dan tidak ribet?”

“menurut aku ya, koran itu tetep penting, karena dengan membaca koran, kemampuan literasi kita bakal meningkat, apalagi Indonesia nih krisis banget masalah membaca, maunya yang simpel simpel terus, apalagi tidak semua kalangan suka bermain media sosial, kayak contoh orang yang tua, mereka cenderung lebih suka koran.” Jawabnya.

“apa pendapat anda, mengenai alasan orang mulai meninggalkan koran, berita televisi dan radio yang menyiarkan tentang berita terbaru?”

“menurut aku, alasannya mungkin karena lebih simpel aja gitu kalau ngakses pake media sosial, kayak contoh nih kak, kita lagi antri buat beli makanan di kantin, kita bisa aja tuh ngakses berita terbaru apa aja yang terjadi hari ini, baik diluar kota, dalem kota ataupun bahkan luar negeri. Sedangkan kalau menggunakan koran, kan ribet aja gitu kak, masa sambil buka-buka koran, apalagi TV sama Radio, ribet aja gitu, siapa yang mau ngantri makanan sambil bawa bawa gituan, apalagi beritanya juga terbatas, ya kalau yg dicetak itu, ya yg dibaca paling itu itu aja, kalo pake hp kan simpel, mau cari berita manapun tuh gampang, dengan catatan ada kuota ya.” Jawab Naura (18) saat ditemui di SMA AN-NURONIYAH Demangan Timur Bangkalan pada jum’at lalu.

“menurut kamu, apakah Koran, TV, dan Radio masih dibutuhkan?”

“meskipun orang-orang beralih ke media sosial saat mencari berita, koran sama tv, dan radio masih dibutuhkan sih kak, kan namanya manusia pasti ada bosennya kan, terus ada sebagian orang yang mungkin ngerasa lebih srek kalau berita itu lewat koran ,TV sama Radio, soalnya kan emang kemungkinan beritanya salah itu kecil kak, kalau berita lewat media sosial tuh kadang hoax atau kadang kurang tepat sih menurut aku pribadi ya.”

Nama : Siti Mamluatus Salimah

NIM : 23041184355



Komentar

Postingan populer dari blog ini

DESA SUMENGKO MENJADI TEMPAT PENGRAJIN SHUTTLECOCK PERTAMA DI KABUPATEN NGANJUK

Ketika Media Sosial Menjadi Jalan Pembandingan Tak Sehat bagi Wanita

KIM NAMJOON DAN TUDUHAN ISLAM PHOBIA