WHATSAPP SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

 Tidak terasa pergeseran komunikasi media lama menuju media baru berkembang pesat, hal ini dapat dilihat dari penggunaan telepon genggam jadul beralih menggunakan android yang notabene memiliki lebih banyak kelebihan. Hampir semua kalangan sudah menggunakan telepon pintar sebagai alat komunikasi. Adapun media lama yang masih digunakan seperti media cetak media cetak (koran, majalah, tabloid). Arus perkembangan teknologi yang media baru juga ditandai dengan media lama yang mengalami transformasi. Digitalisasi yang terus berkembang turut mempengaruhi pola khalayak dalam meggunakan keaktifannya untuk memperoleh manfaat dari konsumsi media.

Seiring berkembagnya jaman, ponsel tersebut dilengkapi fitur-fitur yang lebih cangih sehingga muncul berbagai smartphone. Ponsel pintar dengan fiture android sehingga mudah mengunduh aplikasi pada playstore. Melalui smarthphone setiap orang memiliki kesempatan untuk mengunduh aolikasi yang mereka butuhkan, salah satunya aplikasi pembelajaran yang sangat dibutuhkan kalangan siswa sampai mahasiswa. Sejak terjadi pandemi Covid19 pembelajaran online populer di Indoesia, sehingga banyak aplikasi yang disediakan smartphone dapat digunakan sebagai media dalam menyampaikan informasi pembelajaran secara daring. Aplikasi pembelajaran daring menjadi solusi bagi pelajar seperti mahasiswa saat melakukan proses pembelajaran secara online, cara ini tidak dibatasi oleh ruang dan waktu sehingga mahasiswa dituntut untuk mempelajari banyak materi dan memenuhi kriteria penilaian yang sudah diberikan.

Beberapa jenis aplikasi yang dapat membantu terlaksananya kegiatan perkuliahan secara daring, diantaranya ada: whatsapp grup, zoom, Edmodo, surat elektronik, google classroom, schoology, dan lain sebagainya. Mayoritas guru dan siswa serta dosen dan mahasiswa di Indonesia banyak menggunakan whatsapp dalam berkomunikasi dan berbagi informasi. Whatsapp merupakan aplikasi berbasis internet yang paling popular dan dapat digunakan sebagai media komunikasi. Selain itu, aplikasi didesain agar setiap pengguna dapat saling berbagi informasi dan berbagai konten sesuai dengan fitur pendukungnya. Whatsapp dijadikan sebagai media alternatif dalam penggunaanya, karena aplikasi ini dapat membuktikan fleksibilitas dalam beroperasi yang dapat menyesuaikan dengan kondisi sinyal. Kecepatan pesan tanpa waktu tunggu lama hingga tertunda seperti pengeriman data teks, suara, foto, audio, dan video masih dapat dilakukan walau dengan kondisi sinyal yang lemah.

Whatsapp tidak hanya digunakan sebagai media informasi dan komunikasi perorangan saja, melainkan dapat membuat grup hingga komunitas agar dapat melakukan komunikasi dengan jumlah audiens yang banyak. Fitur chat grup yang ada di whatsapp grup dapat dimanfaatkan oleh dosen dan mahasiswa untuk melakukan kominukasi hingga diskusi Pelajaran melalui media social yang terkait dengan pembelajaran. Penggunaan whatsapp dalam pembelajaran sangat simple dan mudah. Walaupun terdapat beberapa hambatan seperti, kurangnya interaksi dan kesulitan dalam memahami materi. Namun, hasil survei menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan media whatsapp tetap efektif.

  Whatsapp sebagai alat komunikasi dalam pembelajaran mendatangkan dampak yang positif. Beberapa dampak yang diperoleh dari pemanfatan aplikasi ini dalam pembelajaran diantaranya, menambah minat siswa, merangsang dan memotivasi mahasiswa dalam belajar, membuat proses belajar mengajar yang menyenangkan. Hasil belajar yang baik, pembelajaran cenderung lebih efektif, lebih fleksibel dan tidak kaku. Selain Whatsapp adapun platform google classroom dan Whatsapp grup seringkali digunakan secara bersamaan dalam melakukan pembelajaran antara mahasiswa dengan dosen. Dengan adanya fitur Whatsapp yang digunakan untuk media pembelajaran tidak seburuk dengan adanya google classroom, karena beberapa fitur yang disediakan oleh whatsapp tidak ada pada google classroom. Keduannya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.

Nama : Ana Wulan Sari

Nim : 23041184357

Kelas : H


Komentar

Postingan populer dari blog ini

DESA SUMENGKO MENJADI TEMPAT PENGRAJIN SHUTTLECOCK PERTAMA DI KABUPATEN NGANJUK

Ketika Media Sosial Menjadi Jalan Pembandingan Tak Sehat bagi Wanita

KIM NAMJOON DAN TUDUHAN ISLAM PHOBIA