MENJADI GURU ADALAH SEBUAH PENGABDIAN

 Jika kita menilik definisi tersebut secara saksama, maka kita akan menyadari betapa mulianya tugas seorang guru. Ia adalah sosok yang mempunyai tugas sangat penting, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Tugas ini bukan tugas yang ringan, karena “mencerdaskan kehidupan bangsa” di sini meliputi semua aspek kehidupan diantaranya aspek spiritual, aspek emosional, aspek fisikal, aspek intelektual maupun aspek-aspek lainnya. Tugas penting dan tidak ringan tersebut umumnya kita dapati di lapangan, telah dilakukan guru dengan penuh perasaan cinta, tanggung jawab, dan keikhlasan. Mereka melakukan pekerjaannya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Menyadari akan mulianya tugas yang diemban seorang guru, maka profesi seorang guru menjadi sorotan di masyarakat, terlebih di saat ini.

Seorang guru dituntut untuk profesional dalam mengembangkan dan menyampaikan ilmu yang dimiliki kepada peserta didik dengan segala keterbatasan sarana dan situasi yang dihadapi di lapangan. Mereka dituntut untuk bekerja dengan kualitas yang baik yang dilandasi dengan rasa pengabdian, kecintaan terhadap profesi, kebiasaan melakukan refleksi diri, hingga semangat untuk terus belajar sepanjang hayat.

Sayangnya, masih kita jumpai di lapangan, guru-guru masih mengalami berbagai kendala dalam mengembangkan diri dan kariernya. Kondisi mereka cukup memprihatikan. Mereka mengajar sambil terpaksa melakukan pekerjaan lainnya untuk mencukupi kebutuhan ekonomi. Pengabdian seorang guru seringkali bukanlah hal yang mudah dilakukan. Pengabdian seorang guru bahkan kadang-kadang harus diikuti dengan pengorbanan besar.

“Pilihan hidup menjadi seorang guru apabila dilakukan dengan tulus ikhlas dan rasa cinta, maka akan membawa seseorang kepada kebahagiaan yang tentu tidak dapat dinilai dengan materi. Inilah modal terbesar yang akan membawa seseorang pada kesuksesan dalam menjalani profesi sebagai seorang guru: pengabdian. Apabila seorang “guru” tidak memiliki rasa pengabdian yang tulus di dalam dirinya, maka guru itu tidak akan dapat bertahan pada pekerjaannya, dan ia bukanlah seorang guru yang sebenarnya.” Ujar Imam Syafi’i

“Seorang guru itu harus mempunyai sifat rasa pengabdian yang penuh cinta. “Saya mengabdi sebagai guru itu hampir 25 tahun itu sebuah rasa cinta saya kepada masyarakat khususnya kepada anak anak penerus bangsa,” Ujar Imam Syafi’i

Manusia itu tumbuh dan berkembang secara total. Pertumbuhan itu menerima pengaruh dari berbagai faktor yang dinamis dalam kehidupan manusia. Pendidikan adalah sebuah proses yang melekat dan mempengaruhi proses perkembangan dan pertumbuhan seluruh potensi manusia tersebut secara positif sehingga pertumbuhan dan perkembangan manusia itu selaras, serasi, dan sempurna. Dengan pendidikan manusia tidak hanya tumbuh wajar dan optimal tapi seluruh potensi kemanusiaan yang dimilikinya tumbuh dan berkembang secara dinamis, total dan menjadi manusia yang cerdas dan sempurna. Mereka yang tidak tersentuh oleh pendidikan, pertumbuhan dan perkembangannya tidak optimal dan tidak sempurna, serta tidak mencapai tingkat kecerdasan yang diharapkan.

Fungsi guru dalam proses pendidikan adalah mengajar, mendidik, membina, mengarahkan dan membentuk watak dan kepribadian sehingga manusia itu berubah menjadi manusia yang memiliki ilmu pengetahuan, manusia yang cerdas dan bermartabat. Karena itu tidak setiap orang dapat menjadi guru, tidak setiap orang dapat melaksanakan tugas guru. Guru memerlukan persyaratan profesional yang diperoleh melalui pendidikan yang dirancang khusus untuk itu sehingga dalam melaksanakan tugasnya, guru tidak melakukan kesalahan sebab bila melakukan kesalahan maka akan berakibat fatal terhadap masa depan peserta didik dan amat merugikan dunia pendidikan . Karena itu guru memerlukan pendidikan profesional yang dapat menghasilkan guru yang memiliki kemampuan profesional yang disyaratkan oleh jabatan guru sebagai sebuah profesi.

Nama : Syihab Zuhry Haqiqy

Kelas : H (Ilmu Komunikasi)

NIM : 23041184354


Komentar

Postingan populer dari blog ini

DESA SUMENGKO MENJADI TEMPAT PENGRAJIN SHUTTLECOCK PERTAMA DI KABUPATEN NGANJUK

Ketika Media Sosial Menjadi Jalan Pembandingan Tak Sehat bagi Wanita

KIM NAMJOON DAN TUDUHAN ISLAM PHOBIA